Senin, 17 September 2012

LAPORAN PRAKTIKUM DIFUSI DAN OSMOSIS


A.   DIFUSI

Tujuan praktikum     : Mengamati dan mempelajari proses difusi.
Landasan teori         : perpindahan molekul terlarut dari konsentrasi tinggi (hipertonik) ke konsentrasi rendah (hipotonik) hingga mencapai konsentrasi yang seimbang (isotonis).
Ø  Alat dan bahan        :
ü  Gelas ukur 200ml                2
ü  Air                                           200ml
ü  Pipet                                       1 
ü  Stopwatch                             2
ü  Alat pengaduk                                  1
ü  Larutan biru mentilen           :          3 tetes


Ø  Cara kerja
                      i.        Mengisi gelas beker dengan air sebanyak 200 ml
                    ii.        Meneteskan larutan biru mentilen ke dalam beker gelas, amati penyebaran warnanya lalu hitung waktunya.

                   iii.        Melakukan lagi percobaan diatas dengan cara setelah meneteskan larutan langsung di aduk


Ø  Hasil praktikum
NO
LARUTAN
WAKTU YANG DIPERLUKAN SAMPAI WARNA MERATA


TANPA DIADUK
DIADUK
1.
LARUTAN BIRU MENTILEN
27 MENIT 20 DETIK
13 DETIK


Ø  Analisa
Larutan yang dibantu di aduk memerlukan waktu 13 detik untuk menyebar karena dengan kita mengaduk larutan tersebut akan membuat ukuran partikel pada larutan tersebut mengecil dan mudah untuk menemukan keseimbangan, sedangka larutan yang dibiarkan merata dengan sendirinya membutuhkan waktu 27 menit 20 detik, larutan ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyebar karena ukuran partikel tersebut lebih besar dari ukuran partikel yang diaduk sehingga untuk mencapai keseimbangan membutuh waktu yang cukup lama.

Ø  Kesimpulan
Larutan yang di bantu dengan di aduk lebih cepat merata dari pada dengan larutan yang di biarkan merata dengan sendirinya.

Ø  Diskusi
1)    Dari manakah arah pergerakan cairan ? jelaskan
*      Cairan setelah diteteskan bergerak dari atas ke bawah kemudian keatas lagi dan menyebar, pergerakan cairan diatas dilakukan hingga cairan tersebut menemukan keseimbangan terhadap air dengan gerak acak yang dnamakan GERAK BROWN
Gambar pergerakkan cairan tanpa diauduk

2)    Manakah waktu yang lebih cepat digunakan hingga sampai warna merata ? mengapa demikian
*      Larutan lebih cepat merata dengan diaduk karena dengan kita mengaduk ukuran partikel di cairan tersebut lebih kecil dari pada larutan yang dibiarkan merata dengan sendirinya sehingga larutan yang di aduk lebih cepat seimbang dengan air tersebut jadi, larutan tersebut lebih cepat merata.

3)    Apakah yang dimaksut dengan difusi ? beserta contoh
*      Difusi adalah pergerakkan molekul-molekul zat terlarut yang bergerak dari larutan hipertonik ke larutan hipotonis hingga mencapai isotonic, dengan atau tanpa melalui membran semi permeabel.

Contoh :
*      Penyemprotan parfum yang aromanya dapat menyebar ke seluruh ruangan
*      Tinta yang dengan sendirinya dapat menyebar ke air
*      Sirup yang dengan sendirinya menyebar ke air
*      Gula yang dengan sendirinya menyebar ke air
*      Garam yang dengan sendirinya menyebar ke air

B.   OSMOSIS
Tujuan praktikum     : Mengamati dan mempelajari proses osmosis.
Landasan teori         :Perpindahan molekul pelarut dari konsentrasi rendah (hipotonik)  ke konsentrasi tinggi (hipertonik) hingga mencapai konsentrasi yang seimbang (isotonis).
Ø  Alat dan bahan
ü  Kentang                                 3
ü  Pisau                                      1
ü  Gelas ukur 200ml                3
ü  Pinset                                     3
ü  Larutan gula 5% dan 30% 100ml
ü  Aquades                                100ml
ü  Timbangan                            1
ü  Penggaris                              1
ü  Tisu
ü  Pelubang gabus                  1

Ø  Cara kerja
                      i.        Membuat potongan kentang dengan pemotong gabus dengan ukuran panjang sama.
                    ii.        Menimbang masing-masing potongan kentang dan mencatatnya.
                   iii.        Menyiapkan 3 buah gelas ukur, dan memberi kode A, B, C
                   iv.   Menuang air  100ml ke gelas ukur A, larutan gula 5% ke gelas ukur B, larutan gula 30% ke gelas ukur C.
                    v.     Masukkan masing-masing potongan kentang ke dalam masing-masing larutan secara bersamaan. Tunggu hingga 15 menit
                   vi.        Mengambil semua potongan kentang secara bersamaan, kemudian mengeringkan dengan tisu.
                  vii.        Menimbang kembali kentang tersebut dan mencatatnya.

Ø  Hasil praktikum

NO.
LARUTAN
BERAT KENTANG
STRUKTUR


SEBELUM DI RENDAM
SESUDAH DI RENDAM

1.
AQUADES
2,6 g
2,7 g
BERAT BERTAMBAH 0,1g
STRUKTURNYA KERAS SEDIKIT LUNAK
2.
LARUTAN GULA 5%
2,7 g
2.6 g
BERAT BERKURANG 0,1g
STRUKTURNYA KERAS
3.
LARUTAN GULA 30%
2,7 g
2,5 g
BERAT BERKURANG 0,2g
STRUKTURNYA LENTUR

Ø  Analisa         
Pada gelas beker A kentang mengalami penambahan berat sebanyak 0,1 g hal ini di sebabkan karena aquades masuk kedalam kentang karena aquades bersifat hipotonik dari pada kentang yang bersifat hipertonik sehingga aquades (zat pelarut) masuk ke dalam kentang melalui membran semi permeabel. Sedangkan pada gelas beker B dan C kentang mengalami pengurangan berat karna zat pelarut pada kentang keluar karna zat pelarut pada kentang bersifat hipotonik dari larutan gula yang bersifat hipertonik sehingga zat pelarut pada kentang keluar.

Ø  Kesimpulan
Zat pelarut (air) akan berpindah dari hipotonik ke hipertonik hingga isotonis yang mengakibatkan plasmolisis

Ø  Diskusi

1)    Apakah ada perbedaan berat potongan kentang sebelum dan sesudah direndam? jelaskan mengapa demikian !
*      Ada, karena kentang tersebut mengalami peristiwa osmosis, di dalam percobaan ada yang kehilangan berat karena air pada kentang keluar karna zat pelarut kentang tersebut hipotonis dibandingkan dengan larutan yang hipertonis, di percobaan tersebut ada juga kentang yang mengalami penambahan berat karena air pada larutan bersifat hipotonik dari zat pelarut yang ada di kentang yang bersifat hipertonik sehingga air pada larutan masuk ke dalam kentang.

2)    Adakah potongan kentang yang mengalami penambahan berat ? jelaskan
*      Ada hal ini terjadi pada larutan aquades karena larutan ini bersifat hipotonik sedangkan zat pelarut di kentang bersifat hiperonik yang mengakibatkan zat pelarut aquades masuk ke dalam kentang yang mengakibatkan berat kentang tersebut bertambah.

3)    Adakah potongan kentang yang mengalami penguragan berat ? jelaskan
*      Ada hal ini terjadi pada larutan gula 5% dan 30% karena larutan ini bersifat hipertonik sedangkan zat pelarut di kentang bersifat hipotonik yang mengakibatkan zat pelarut kentang keluar ke larutan gula yang mengakibatkan berat kentang tersebut berkurang.


4)    Dari ketiga macam larutan perendaman diatas manakah yang selisi beratnya paling banyak dan manakah yang paling sedikit ? jelaskan!
*      Selisih paling banyak terdapat pada larutan gula 30% karena larutan tersebut mempunyai konsentrasi paling tinggi diantara larutan yang lainnya yang mengakibatkan air kentang yang keluar semakin banyak. Sedangkan selisih berat paling sedikit terdapat pada larutan aquades karena larutan ini mempunyai konsentrasi paling sedikit diantara yang lainnya sehingga kentang tersebut tidak berkurang airnya malah berat kentang tersebut bertambah karena zat pelarut pada air masuk ke dalam kentang.

5)    Jelaskan pengertian osmosis dan beri contohnya!
*      Perpindahan molekl-molekul zat pelarut dari larutan hipotonik ke larutan hipertonik hingga mencapai isotonis dengan melewati membran semi permeabel sehinnga menyebabkan krenasi (sel hewan), plasmolisis (sel tumbuhan) dan hemolisis (sel manusia)

Contoh:
*      Pembuatan acar
*      Tangan yang keriput setelah berenang
*      Perendaman kacang ke air
*      Perendaman kentang ke air
*      Membuat asinan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar